Bitung | BIN 08
PT Pelindo Terminal Petikemas membenarkan bahwa telah terjadi insiden atas robohnya satu unit alat RTG di di TPK Bitung Sulawesi Utara (Sulut).
Pelindo memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, dan saat ini tengah dilakukan sterilisasi di area robohnya rubber tyred gantry crane (RTG), serta investegasi atas kejadian ini.
“Pelindo memastikan mengatur kegiatan operasional terminal agar tetap dapat melayani kegiatan bongkar muat di TPK Bitung,” ujar Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra, melalui keterangan resminya pada Rabu pagi (21/5/2025).
Dia memastikan bahwa pihaknya akan menyampaikan informasi selanjutnya dan dilakukan pembaruan secara berkala atas insiden robohnya alat bongkar muat petikemas tersebut.
“Sampai kini masih kami investigasi penyebabnya,” ujar Wendra melalui pesan singkat WA, kepada Logistiknews.id.
Insiden robohnya alat RTG di TPK Bitung itu tersebar melalui poto dan video melalui media sosial pada Rabu pagi (21/5/2025). “Ini (alat) roboh ini di TPB,” ujar perekam video.
Berdasarkan catatan redakasi, TPK Bitung kini telah dilengkapi dengan fasilitas pendukung bongkar muat peti kemas antara lain; 2 unit Reach Stacker, 5 unit Container Crane (CC), 26 Chasis, 3 Forklif, 20 Head Truck, 10 unit Rubber Tyred Gantry Crane (RTGC), dan 1 unit Side Loader.
TPK Bitung juga memiliki fasilitas Dermaga (1-2) sepanjang 355 meter dan lebar 25 meter dengan kedalaman -10 s/d -15 meter Low Water Spring (mLWs). Selain itu, Dermaga (3-PMN) dengan panjang 327 meter dan lebar 35 meter dengan kedalaman-10 s/d -15 mLWs.
(Red)
