Doger Berujung Maut di Minahasa: 9 Bangkai Anjing, Mobil Ditinggal Kabur, Warga SR Tewas Ditabrak Pelaku

MINAHASA | BIN 08

Aksi doger dan potas yang selama ini meresahkan masyarakat akhirnya memakan korban jiwa. Praktik ilegal pemburuan dan peracunan anjing ini tidak hanya mencerminkan kekejaman terhadap satwa, namun juga berujung pada tewasnya seorang warga akibat ulah pelaku yang melarikan diri.

Peristiwa tersebut terjadi di Desa Passo, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa, pada Sabtu (24/01/2026) dini hari. Saat itu, warga mencurigai adanya aktivitas doger yang tengah beroperasi di lingkungan mereka. Menyadari aksinya diketahui, para pelaku langsung melarikan diri menggunakan sebuah mobil.

Dalam pelarian tersebut, kendaraan yang digunakan pelaku menabrak seorang pengendara sepeda motor berinisial SR (47), warga setempat yang sedang dalam perjalanan mencari rumput pada pagi hari. Usai menabrak korban, para pelaku meninggalkan kendaraan di lokasi kejadian dan melarikan diri, diduga untuk menghindari kejaran warga.

Korban SR sempat mendapat pertolongan dari warga dan dilarikan ke RS Budi Setia Langowan untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, setelah menjalani perawatan intensif selama dua hari, korban dinyatakan meninggal dunia pada Senin pagi (26/01/2026).

Saat dilakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang ditinggalkan pelaku, warga menemukan sembilan bangkai anjing di dalam bagasi mobil. Temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa kendaraan tersebut digunakan dalam aktivitas doger dan potas yang terorganisir.

Menindaklanjuti laporan warga, aparat Polsek Kakas bergerak cepat mengamankan satu unit mobil Toyota Avanza beserta sembilan bangkai anjing sebagai barang bukti. Kasus ini kini dalam proses penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap identitas, jaringan, serta peran para pelaku.

Selain melakukan pemburuan anjing secara ilegal, para pelaku juga diduga terlibat dalam aksi pencurian di sejumlah kedai dan warung milik warga. Sejumlah saksi menyebutkan bahwa para pelaku beraksi dengan membawa senjata tajam jenis badik, sehingga menimbulkan ketakutan dan keresahan serius di tengah masyarakat.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan kasus ini. Aparat juga menegaskan bahwa penindakan tegas akan dilakukan, mengingat kasus ini telah berkembang menjadi kejahatan yang mengakibatkan hilangnya nyawa manusia.

(Tim/RED)

Exit mobile version