Gubernur Yulius Selvanus Tegaskan Arah Baru Pembangunan, Sulawesi Utara Siap Jadi Kekuatan Baru di Timur Indonesia

SULAWESI UTARA | BIN08 – Di tengah tekanan ekonomi global dan semakin sempitnya ruang fiskal daerah, Yulius Selvanus mengirimkan pesan tegas dan penuh optimisme: Sulawesi Utara tidak akan berjalan di tempat, melainkan melompat menuju fase pembangunan yang lebih progresif dan berdampak nyata.

Pernyataan itu disampaikan dalam forum resmi DPRD Sulawesi Utara pada Rapat Paripurna, Rabu (25/3/2026), dalam agenda penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025. Namun bagi Gubernur Yulius, momentum ini jauh melampaui sekadar kewajiban administratif tahunan.

“Ini bukan rutinitas. Ini fondasi. Kita sedang membangun lompatan,” tegasnya di hadapan para legislator.

Disiplin Fiskal di Tengah Tekanan Global
Dalam pemaparannya, Gubernur Yulius mengungkapkan capaian kinerja keuangan daerah yang tetap solid meskipun berada dalam bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global. Realisasi pendapatan daerah mencapai Rp3,65 triliun atau 96,38 persen dari target, sementara belanja daerah terealisasi sebesar 91,36 persen dari total anggaran Rp3,63 triliun.

Angka-angka tersebut, menurutnya, bukan sekadar indikator administratif, melainkan bukti bahwa sistem birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mulai bergerak lebih efektif, terukur, dan terkendali.

“Ini menunjukkan bahwa kita mampu menjaga stabilitas, sekaligus memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan dampak nyata,” ujar Yulius.

Lebih jauh, Gubernur menekankan bahwa kekuatan utama pembangunan Sulawesi Utara tidak lagi bertumpu pada angka semata, tetapi pada arah kebijakan yang kini berorientasi pada pemerataan dan keadilan wilayah.

Ia menegaskan komitmennya untuk mengakhiri kesenjangan pembangunan dengan mendorong distribusi infrastruktur hingga ke wilayah terluar. Salah satu simbol nyata adalah hadirnya layanan listrik 24 jam di enam pulau, yang selama ini menjadi daerah dengan akses terbatas terhadap energi.

“Kehadiran negara harus dirasakan sampai ke titik paling luar. Tidak boleh ada wilayah yang tertinggal,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mulai mengakselerasi sejumlah program prioritas. Pembangunan SMA Taruna Nusantara di Langowan menjadi langkah penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul berbasis daerah, yang diharapkan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Di sisi lain, pembukaan rute penerbangan internasional dari Manado ke berbagai kota di Asia memperkuat posisi Sulawesi Utara sebagai gerbang Indonesia ke kawasan Pasifik. Kebijakan ini dinilai sebagai strategi jangka panjang untuk menjadikan Sulut bukan sekadar daerah transit, tetapi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Sementara itu, sektor riil juga mendapat perhatian serius. Optimalisasi 2.000 hektare lahan pertanian padi serta program pangan murah menjadi bagian dari pendekatan ganda pemerintah: menjaga stabilitas produksi sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga.

Di balik berbagai capaian dan program tersebut, Gubernur Yulius menunjukkan kesadaran penuh terhadap tantangan yang akan dihadapi ke depan. Ia menilai bahwa persoalan utama bukan lagi sekadar keterbatasan anggaran, melainkan kemampuan dalam mengeksekusi program secara cepat, tepat, dan berdampak.

Karena itu, ia menekankan pentingnya integritas aparatur serta kerja terpadu lintas sektor.

“Tidak ada ruang untuk kerja biasa-biasa. Yang kita butuhkan adalah eksekusi yang cepat, tepat, dan berdampak,” ujarnya dengan nada tegas.

Gubernur juga mengapresiasi sinergi yang terbangun bersama DPRD dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Ia menyebut dukungan politik dan stabilitas keamanan sebagai fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan.

Rapat paripurna tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Fransiscus Andi Silangen serta Wakil Gubernur Victor Mailangkay, yang menunjukkan soliditas kepemimpinan daerah dalam mengawal agenda pembangunan ke depan.

Gubernur Yulius menyampaikan visi besar yang menjadi arah kebijakan ke depan: Sulawesi Utara tidak lagi sekadar mengejar ketertinggalan, tetapi mulai memposisikan diri sebagai kekuatan baru di kawasan timur Indonesia.

Dengan ritme pembangunan yang terus dijaga dan diperkuat, ia optimistis Sulut tidak hanya akan tumbuh secara ekonomi, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak bagi wilayah sekitarnya.

“Jika ritme ini kita jaga, Sulawesi Utara bukan hanya akan tumbuh—tetapi memimpin,” pungkasnya.

(Derby)

Exit mobile version