LANGOWAN RAYA | BIN 08
Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Langowan berlangsung penuh khidmat, meriah, sekaligus membangkitkan rasa nasionalisme.
Sejak pagi, ribuan warga dari berbagai penjuru Langowan sudah memadati lapangan utama tempat upacara pengibaran bendera dilaksanakan, Minggu (17/8/2025).
Suasana Upacara Penuh Khidmat
Upacara pengibaran bendera dimulai sekitar pukul 10.00 WITA, selaku inspektur upacara Donald Lumingkewas selaku Camat Langowan Selatan.
Seluruh peserta, mulai dari anggota dewan Daniel Pangemanan dan Esterlita Kaawoan, pejabat daerah, tokoh masyarakat, pelajar, hingga organisasi masyarakat, hadir dengan mengenakan pakaian rapi sesuai ketentuan.
Hening menyelimuti lapangan saat Komandan Upacara Iptu Mathias memberikan komando penghormatan pengibaran Sang Merah Putih mulai ditarik naik ke puncak tiang oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Langowan Raya, yang di komando oleh Sertu Rony Pangau.
Dentuman musik perjuangan dan kumandang lagu kebangsaan “Indonesia Raya” menggema, menciptakan suasana haru dan membangkitkan semangat kebangsaan.
Para anggota Paskibraka yang terdiri dari putra-putri terbaik Langowan menampilkan disiplin, kekompakan, dan ketegasan gerak yang membuat ribuan pasang mata terpukau.
Bagi mereka, kesempatan ini bukan hanya tugas, melainkan sebuah kehormatan dan wujud pengabdian kepada bangsa.
Rangkaian Kegiatan Meriah
Setelah upacara resmi, peringatan HUT RI ke-80 di Langowan dilanjutkan dengan berbagai kegiatan hiburan dan budaya. Atraksi kesenian tradisional Minahasa, parade drumband pelajar, hingga pawai pembangunan yang dijuarai oleh TOSBRO 08 yang menampilkan kreativitas ormas yang ikut memeriahkan suasana.
“Hadirnya TOSBRO 08 di berbagai event, bukan semata hanya sekedar ikut serta. Tapi menunjukkan dampak positif era Ormas modern yang memberikan citra kebangsaan yang penuh persaudaraan dan persatuan termasuk seni dan budaya,” ujar PangBes TOSBRO 08 Jim Yon.
Warga tampak antusias mengikuti setiap acara. Anak-anak melambaikan bendera merah putih kecil, sementara para orang tua mengenakan busana bernuansa merah dan putih.
Kehangatan kebersamaan itu menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan bukan hanya ritual tahunan, tetapi juga wadah mempererat persatuan dan gotong royong.
Momentum Refleksi dan Harapan
Peringatan HUT RI ke-80 di Langowan tidak hanya menjadi ajang perayaan, melainkan juga momentum refleksi. Para tokoh masyarakat mengingatkan kembali pentingnya menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan.
Generasi muda didorong untuk melanjutkan semangat perjuangan dengan cara berbeda, yakni melalui pendidikan, karya nyata, dan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa.
“Bendera merah putih yang berkibar di langit Langowan ini adalah simbol persatuan kita semua. Semoga generasi penerus mampu menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang membanggakan Indonesia,” ungkap Kasatgas Denis Maindoka
Langowan dan Semangat Nasionalisme
Sebagai bagian dari tanah Minahasa, Langowan kembali membuktikan dirinya sebagai wilayah yang selalu menjaga api nasionalisme tetap menyala. Partisipasi ribuan warga dalam peringatan ini adalah cermin kuatnya rasa cinta tanah air dan kebanggaan terhadap identitas bangsa.
Sang Merah Putih yang berkibar gagah di langit Langowan Raya pada peringatan HUT RI ke-80 menjadi saksi bahwa semangat perjuangan, persatuan, dan pengabdian tidak pernah padam, bahkan semakin hidup di hati masyarakat.
(TIM/RED)
