JAKARTA | BIN08 — Industri musik Indonesia kembali berduka. Penyanyi dan penulis lagu berbakat, Vidi Aldiano, dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026, setelah menjalani perjuangan panjang melawan kanker ginjal yang dideritanya sejak beberapa tahun terakhir.
Kabar duka tersebut pertama kali beredar melalui pesan dari Ikatan Manajer Artis Indonesia (Imarindo) dan segera menyebar luas di kalangan insan musik serta penggemar di seluruh Tanah Air. Dalam pesan tersebut disampaikan doa agar almarhum diampuni segala dosanya serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Pelantun lagu populer “Nuansa Bening” itu mengembuskan napas terakhir pada usia 35 tahun. Selama beberapa tahun terakhir, ia diketahui berjuang melawan kanker ginjal yang pertama kali didiagnosis pada 2019. Meski menjalani pengobatan intensif dan sempat mengurangi aktivitas di dunia hiburan, Vidi tetap menunjukkan semangat dan optimisme kepada publik.
Kepergian Vidi Aldiano langsung memicu gelombang duka dari berbagai kalangan, mulai dari rekan sesama musisi, tokoh publik, hingga para penggemarnya. Ucapan belasungkawa membanjiri media sosial, mengenang sosok Vidi sebagai pribadi hangat, rendah hati, dan penuh energi positif.
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka juga turut menyampaikan duka mendalam atas wafatnya penyanyi muda berbakat tersebut. Ia menyebut Indonesia kehilangan talenta yang telah memberi warna dan inspirasi bagi industri musik nasional.
Dikenal sejak merilis album debutnya pada 2008, Vidi Aldiano berhasil menempatkan dirinya sebagai salah satu penyanyi pop Indonesia yang konsisten melahirkan karya. Lagu-lagunya seperti “Nuansa Bening”, “Status Palsu”, hingga “Cinta Jangan Kau Pergi” menjadi soundtrack bagi banyak generasi pendengar musik Tanah Air.
Kepergian Vidi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terutama sang istri, serta para sahabat dan penggemarnya. Namun karya dan semangat hidup yang ia tunjukkan selama ini diyakini akan terus dikenang sebagai bagian penting dari perjalanan musik Indonesia.
(Tim/RED)
