TOMOHON | BIN 08
Sebagai bagian dari program nasional pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) purna, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) melalui BP3MI Sulawesi Utara mengadakan pelatihan kewirausahaan dan keterampilan berbasis potensi lokal di Jhoanie Hotel, Kota Tomohon.
Kegiatan ini berlangsung dari 1 hingga 4 Agustus 2025 dan diikuti oleh mantan PMI serta keluarga mereka.
Pelatihan ini bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi para mantan PMI, mengurangi ketergantungan pada pekerjaan di luar negeri, serta mendorong terciptanya usaha mikro berbasis potensi lokal. Kepala BP3MI Sulut, M. Syachrul Afriyadi, bersama penanggung jawab kegiatan, Novseli, membuka langsung acara tersebut.
Dalam sambutannya, Syachrul menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan bagi PMI pasca kepulangan, khususnya melalui pelatihan keterampilan dan akses terhadap peluang usaha.
Salah satu narasumber, Dewi Sundari, pelaku UMKM nasional sekaligus pemilik De Harvest, membagikan pengalamannya dalam mengolah bahan lokal seperti singkong menjadi produk bernilai jual tinggi seperti keripik dan kue kering. Peserta juga dilibatkan langsung dalam praktik pengolahan dan pengemasan produk.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pemkot Tomohon, dibuktikan dengan hadirnya Kepala Dinas Tenaga Kerja, Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM, serta Kepala Dinas Kesehatan. Mereka menyatakan komitmennya untuk terus berkolaborasi dalam memberdayakan mantan PMI.
Selain materi teknis, pelatihan juga mencakup sesi motivasi, pembentukan pola pikir wirausaha, serta manajemen usaha kecil dan pemasaran produk lokal, yang difasilitasi tim BP3MI Sulut di bawah koordinasi Lussy Lucia Lumi.
Pelatihan ini akan ditutup pada 4 Agustus 2025, dengan tambahan materi seperti strategi pemasaran digital dan pengelolaan keuangan usaha mikro. Kepala BP3MI menyebut kegiatan ini sebagai langkah strategis nasional yang akan terus diterapkan di daerah-daerah kantong PMI.
Para peserta menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang memberi ilmu baru serta pengalaman langsung dalam pengolahan pangan lokal. “Terima kasih kepada panitia. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan membuka peluang usaha baru bagi kami,” ujar salah satu peserta.
(AS)
