TOMOHON | BIN 08
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tomohon memastikan ketersediaan air bersih tetap aman dan terjaga selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Direktur PDAM Kota Tomohon, Adrian Ngenget, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu di tengah meningkatnya kebutuhan air.
Menurut Adrian, momen Nataru bukan alasan bagi layanan air bersih untuk melemah. Justru sebaliknya, PDAM dituntut bekerja ekstra karena konsumsi masyarakat meningkat signifikan.
“Kami pastikan distribusi air bersih tetap berjalan. Tim siaga sudah disiapkan untuk mengantisipasi gangguan teknis, terutama di jam-jam rawan,” tegas Adrian.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa kelancaran pelayanan bukan hanya tanggung jawab PDAM semata.
Peran aktif masyarakat menjadi kunci. Adrian meminta warga tidak memilih diam jika terjadi gangguan distribusi.
“Kalau ada masalah, segera laporkan. Jangan menunggu viral dulu baru bicara. Informasi cepat dari pelanggan sangat membantu kami bertindak cepat di lapangan,” ujarnya lugas.
Tak hanya soal pelaporan gangguan, Adrian juga menyinggung soal kedisiplinan pelanggan dalam membayar tagihan air tepat waktu.
Ia menyebut, pembayaran yang lancar sangat berpengaruh langsung pada operasional PDAM, mulai dari perawatan jaringan, pembelian bahan operasional, hingga kesiapan petugas di lapangan.
“PDAM tidak bisa bekerja maksimal kalau kewajiban pelanggan diabaikan. Air bersih itu layanan publik, tapi operasionalnya butuh dukungan nyata. Bayar tepat waktu itu bagian dari tanggung jawab bersama,” katanya tanpa basa-basi.
Dengan kesiapan teknis PDAM dan partisipasi aktif masyarakat, Adrian optimistis kebutuhan air bersih warga Tomohon selama Natal dan Tahun Baru dapat terpenuhi dengan baik.
Pesannya jelas: PDAM siap bekerja, masyarakat diminta tidak pasif, dan kewajiban pelanggan tidak boleh diabaikan.
Nataru harus dirayakan dengan nyaman, bukan dengan krisis air yang sebetulnya bisa dicegah.
(ACEL)
