Jalal, Warga Sidoarjo yang Sulap Pohon Beringin Puluhan Tahun Jadi Rumah Alami nan Asri

SIDOARJO | BIN 08

Kreativitas warga Sidoarjo ini layak mendapat apresiasi tinggi. Jalal, pria sederhana yang tinggal di kawasan makam leluhur desanya, berhasil menghadirkan karya unik: sebuah rumah alami yang terbentuk dari pohon beringin berusia puluhan tahun. Karya itu bukan hanya sekadar hunian teduh, melainkan juga simbol kesabaran, ketekunan, dan kecintaannya terhadap alam.

Awal Mula dari Pohon Kepuh Tumbang

Jalal menceritakan, sekitar 30 tahun lalu, sebuah pohon kepuh besar di dekat makam leluhur roboh. Untuk menggantikan pohon yang dianggap penting bagi lingkungan desa, ia bersama teman-temannya menanam lima pohon beringin sekaligus. Salah satunya tumbuh subur hingga kini menjadi inti dari rumah unik tersebut.

Perawatan Unik, Akar Jadi Dinding

Yang membuat hasil karya Jalal berbeda adalah cara ia merawat pohon itu. Akar beringin yang biasanya menjalar liar ke berbagai arah, justru ia tata dengan penuh ketelatenan. Sedikit demi sedikit, akar-akar itu diarahkan hingga membentuk struktur menyerupai bangunan rumah. Di bagian dalam, Jalal memasang banner transparan agar siapa pun yang masuk bisa melihat jelas akar-akar yang menjelma dinding alami.

“Kalau dilihat sekilas dari luar, memang seperti rumah biasa. Tapi begitu masuk ke dalam, kita bisa langsung merasakan suasana rindang dari akar-akar pohon yang menyatu dengan bangunan,” tutur Jalal dengan bangga.

Jadi Tempat Istirahat dan Ruang Inspirasi

Kini, rumah beringin karya Jalal telah berusia lebih dari 15 tahun. Pada bagian depan, ia membuat pendopo kecil yang sering digunakan untuk beristirahat atau menerima tamu. Suasana teduh, angin sepoi-sepoi, dan aroma alami dari pepohonan membuat siapa saja betah berlama-lama di sana.

Tak jarang, warga sekitar maupun pengunjung yang melintas menyempatkan diri singgah untuk melihat secara langsung rumah unik ini. Ada yang sekadar berfoto, ada pula yang menjadikannya inspirasi untuk menjaga dan memanfaatkan pohon dengan cara kreatif.

Simbol Cinta Alam

Bagi Jalal, rumah beringin ini bukan sekadar karya seni. Ia ingin menunjukkan bahwa dengan kesabaran, alam bisa dirawat dan dimanfaatkan tanpa harus merusaknya. Ia berharap karyanya dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih peduli pada lingkungan sekitar.

“Kalau kita mau sabar dan merawat, pohon bisa memberi kehidupan. Bukan hanya udara segar, tapi juga tempat tinggal,” ujarnya.

Kini, rumah alami Jalal menjadi ikon kecil di desanya. Bukan hanya memperindah kawasan makam leluhur, tapi juga menjadi bukti nyata bahwa kreativitas dapat tumbuh dari kecintaan pada alam dan lingkungan.

(TIM/RED)

Exit mobile version