SULAWESI TENGAH | BIN 08
Suasana saat rapat paripurna DPRD Toli-Toli pada hari Jumat (13/6) tiba-tiba menjadi panas. Rendahnya jumlah kehadiran anggota DPRD dalam sidang pertanggungjawaban memicu Bupati Toli-Toli, Amran Yahya, untuk melontarkan pendapat dengan suara keras.
Dari 30 anggota DPRD, hanya 11 yang hadir dalam pertemuan penting ini. Ketiadaan sebagian besar wakil rakyat menciptakan atmosfer ruang sidang yang sepi dan meninggalkan catatan negatif dalam pelaksanaan paripurna.
Tak mampu menahan frustrasi, Bupati Amran Yahya secara langsung mengkritik perilaku para anggota dewan yang dianggap tidak bertanggung jawab sebagai wakil rakyat.
“Saya ingatkan, jangan kita memperlakukan situasi seperti ini. Saya juga bisa bersikap kurang ajar jika keadaan sengaja diciptakan seperti ini. Nanti kita lihat,” kata Amran Yahya dengan suara meninggi, mengekspresikan kekecewaan yang mendalam.
Di tengah suasana tegang itu, Ketua DPRD Toli-Toli, Hj. Sryanti Parebba, yang memimpin jalannya sidang, tidak bisa menahan air mata. Sambil mengelus wajahnya, dia meminta maaf atas situasi yang terjadi.
Ketiadaan sebagian besar anggota DPRD dalam sidang penting ini mendapatkan sorotan tajam dari publik. Banyak pihak menilai hal ini menggambarkan kurangnya komitmen dan tanggung jawab dari beberapa wakil rakyat terhadap tugas konstitusional mereka.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari anggota DPRD yang tidak hadir mengenai alasan ketidakhadiran mereka dalam sidang pertanggungjawaban tersebut.
(TIM/RED)
