JAKARTA | BIN 08
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sempat mencari keberadaan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat acara International Conference on Infrastructure (ICI) di JCC, Senayan, Jakarta, pada hari Kamis tanggal 12 Juni 2025.
Pada awalnya, Prabowo membicarakan megaproyek pembangunan tanggul laut raksasa yang akan memanjang di pantai utara Jawa. Dia kemudian mempertanyakan kehadiran Pramono, karena proyek tersebut akan dimulai dari Jakarta dan melanjutkan hingga Brebes di Jawa Tengah.
“Apakah di sini ada Gubernur DKI? Apa sudah hadir? Atau tidak ada? Wah, ini perlu diselidiki alasannya dia tidak hadir,” ucap Prabowo disertai tawa dari para peserta acara.
Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa ia pernah mengutus seseorang untuk berdiskusi mengenai proyek tanggul laut raksasa dengan Pramono. Menurut pernyataan Prabowo, Gubernur DKI menunjukkan dukungan terhadap proyek tersebut.
“Tapi saya sudah bertemu. Saya sudah melakukan pertemuan beberapa hari yang lalu dan telah mengirim utusan untuk menanyakan apakah Gubernur DKI mendukung proyek ini atau tidak? Dan saya mendapatkan jawaban bahwa dia mendukung, alhamdulillah,” jelasnya.
Presiden menjelaskan bahwa proyek tanggul laut raksasa ini sangat besar. Oleh sebab itu, ia berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat bekerjasama, terutama dalam hal pembiayaan.
“Karena APBD DKI sangat signifikan. Jadi saya bilang seharusnya DKI turut berkontribusi. Pemerintah pusat juga berkontribusi. Jadi jika membahas 8 miliar dolar Amerika, katakanlah dalam waktu 8 tahun. Itu berarti 1 miliar dolar dalam satu tahun,” tambahnya.
Prabowo kemudian mengarahkan perhatian kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani saat membahas anggaran untuk proyek besar ini. “Menkeu terlihat sudah mulai tegang. Tenang saja Bu, DKI akan berkontribusi. Jadi DKI separuh, pemerintah pusat separuh, karena sejatinya ini untuk DKI,” pungkas Prabowo.
(RED)
