banner 728x250

Satreskrim Polres Minsel Amankan Terduga Pelaku Pembunuhan Fandi Ama, Warga Arakan dan Rap-Rap Geger

banner 120x600
banner 468x60

MINAHASA SELATAN | BIN 08 , Warga pesisir Desa Arakan dan Desa Rap-Rap, Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan, digemparkan dengan penemuan sesosok pria dalam kondisi tidak bernyawa di bibir pantai pada Senin dini hari, 16 Februari 2026, sekitar pukul 04.00 WITA.

Korban diketahui bernama Fandi Ama (30), nelayan asal Desa Arakan. Jenazah pertama kali ditemukan oleh saksi Estefanus Silangen (51), nelayan warga Desa Rap-Rap Jaga 1, yang baru kembali dari melaut. Saksi melihat tubuh tergeletak di atas pasir, kemudian menambatkan perahunya dan memastikan korban telah meninggal dunia.

banner 325x300

Peristiwa tersebut segera dilaporkan kepada pemerintah desa dan aparat TNI setempat. Tidak lama kemudian, personel kepolisian dari Polres Minahasa Selatan tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi jenazah korban.

Identitas korban tercatat sebagai berikut:
Nama: Fandi Ama
Tempat/Tanggal Lahir: Arakan, 7 November 1995
Alamat: Desa Rap-Rap Jaga 6, Kecamatan Tatapaan
Pekerjaan: Nelayan

Berdasarkan keterangan awal pihak kepolisian, penyebab pasti kematian korban masih dalam tahap penyelidikan. Tim Resmob Satreskrim Polres Minsel langsung diterjunkan untuk mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

Dari hasil pendalaman, korban diketahui terakhir terlihat bersama seorang saksi berinisial S.P. pada malam sebelum kejadian. Informasi tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan kasus.

Kerja cepat aparat akhirnya membuahkan hasil. Pada Selasa, 17 Februari 2026 sekitar pukul 24.00 WITA, tim Resmob berhasil mengamankan seorang pria berinisial Julkifli alias JJ di Desa Teling, Kecamatan Tanawangko, Kabupaten Minahasa. Terduga diketahui merupakan warga Desa Arakan.

Penangkapan dilakukan setelah aparat melakukan serangkaian penyelidikan dan pengejaran berdasarkan keterangan saksi serta pengumpulan informasi di lapangan. Terduga langsung dibawa ke Mapolres Minahasa Selatan untuk menjalani pemeriksaan intensif terkait dugaan keterlibatan dalam kasus tersebut.

Peristiwa ini menimbulkan rasa takut dan waswas di kalangan masyarakat pesisir, khususnya para nelayan yang biasa beraktivitas dini hari. Warga berharap kasus ini segera terungkap secara terang agar situasi keamanan kembali kondusif.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.

“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Kami mengajak masyarakat untuk bersabar dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum,” ujar sumber kepolisian.

Motif dan penyebab pasti kematian korban masih didalami. Kepolisian memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional dan transparan hingga tuntas.

(Dm Komaling)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *