TOMOHON | BIN 08
Suasana haru menyelimuti prosesi ibadah pemakaman Almarhum Riko Pandey, kakak dari ajudan Presiden Republik Indonesia, Letda CPM Deril Pandey Rawung, yang dilaksanakan pada Senin (27/10) di Tomohon.
Hadir dalam upacara tersebut, Komandan Polisi Militer Kodam XIII/Merdeka Kolonel (CPM) Novem J. Rajagukguk, S.H., M.Th., serta Komandan Resimen Induk Kodam XIII/Merdeka Brigjen TNI Wempi Ramandei, S.E., M.Han. Keduanya hadir mewakili Pangdam XIII/Merdeka, sebagai bentuk penghormatan dan dukacita mendalam dari keluarga besar Kodam XIII/Merdeka atas berpulangnya almarhum.
Almarhum Riko Pandey tutup usia pada Jumat (24/10), dan sejak hari itu rumah duka di Tomohon tak henti-hentinya dipadati oleh keluarga, pejabat, serta masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir.
Selain perwakilan Kodam XIII/Merdeka, turut hadir pula Dandim 1302/Minahasa bersama jajaran, serta sejumlah tokoh masyarakat dan rohaniwan. Prosesi berlangsung penuh khidmat, diiringi doa serta penghormatan atas keteladanan dan pengabdian almarhum semasa hidupnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kolonel (CPM) Novem J. Rajagukguk, S.H., M.Th. menyampaikan rasa belasungkawa dan penghiburan kepada keluarga.
“Atas nama keluarga besar Polisi Militer Kodam XIII/Merdeka, kami menyampaikan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan, khususnya Letda CPM Deril Pandey, diberikan kekuatan dan penghiburan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Kehidupan dan pengabdian almarhum kiranya menjadi teladan bagi kita semua,” ujar Kolonel Rajagukguk.
Sementara itu, Brigjen TNI Wempi Ramandei, S.E., M.Han., yang juga hadir mewakili Pangdam XIII/Merdeka, menuturkan bahwa kehadiran mereka adalah bentuk empati dan solidaritas.
“Kami datang bukan hanya sebagai rekan seangkatan, tetapi sebagai sesama keluarga besar TNI yang turut berduka. Kehilangan ini berat, namun kami percaya kasih dan penyertaan Tuhan akan menguatkan keluarga besar Pandey. Semoga almarhum beristirahat dalam damai,” ungkap Brigjen Ramandei.
Kehadiran para perwira tinggi TNI AD dalam upacara tersebut menjadi wujud nyata rasa kebersamaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap keluarga besar Pandey–Rawung, sekaligus ungkapan duka mendalam atas berpulangnya almarhum Riko Pandey.
(ACEL)
