MINAHASA | BIN 08
Suasana ceria dan semangat kebersamaan mewarnai kegiatan Lomba Mancing Desa Remboken yang digelar pada Sabtu, 11 Oktober 2025. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 peserta mancing mania dari berbagai desa di wilayah Kabupaten Minahasa. Para peserta tampak antusias mengikuti perlombaan, meskipun sempat diguyur hujan ringan di kawasan danau.
Kegiatan ini terselenggara atas inisiatif dan kerja sama antara Gereja Katolik Stasi Remboken, Stasi Passo, dan Stasi Parepei, dengan dukungan penuh masyarakat sekitar. Tujuan utama dari pelaksanaan lomba ini tidak hanya sekadar menyalurkan hobi memancing, tetapi juga mengandung pesan sosial dan lingkungan, yakni mendukung program pembersihan enceng gondok di Danau Tondano, yang menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay.
Ketua Panitia, Lusye Tumembouw, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan lomba mancing ini merupakan bentuk nyata kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan dan ekosistem Danau Tondano.
“Kami menyelenggarakan lomba mancing ini bukan hanya sebagai ajang hiburan atau kompetisi, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menjaga kebersihan Danau Tondano dari enceng gondok. Di sisi lain, kegiatan ini menjadi wadah kebersamaan bagi masyarakat Katolik di tiga stasi, serta ajang mempererat persaudaraan antarumat,” ungkap Lusye Tumembouw.
Ia menambahkan, meskipun cuaca sempat kurang bersahabat, semangat para peserta tidak surut sedikit pun. Suasana perlombaan tetap berlangsung meriah dan penuh kekeluargaan, mencerminkan semangat gotong royong masyarakat Remboken dan sekitarnya.
Sementara itu, Sekretaris Panitia, Lontaan, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kesuksesan acara ini berkat kerja sama dan kekompakan seluruh panitia, serta dukungan masyarakat yang luar biasa. Kami juga bersyukur karena kegiatan ini dapat berjalan lancar dan membawa manfaat positif. Hasil dari kegiatan ini nantinya akan didonasikan untuk mendukung pembangunan Gereja Katolik Rosario Da Lima Tondano,” tutur Lontaan.
Panitia juga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat sekitar yang telah berpartisipasi aktif, baik dalam membantu persiapan, memberikan dukungan moral, maupun turut menjaga ketertiban selama acara berlangsung. Keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana kebersamaan dan keberhasilan kegiatan ini.
Selain itu, panitia memberikan apresiasi khusus kepada pihak sponsor, yaitu PT Cahaya Putra Sulawesi, yang telah memberikan dukungan dari segi pendanaan dan penyediaan produk selama pelaksanaan lomba. Dukungan ini sangat membantu kelancaran kegiatan dan turut mendorong semangat seluruh peserta serta panitia.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada PT Cahaya Putra Sulawesi atas dukungan yang diberikan. Bantuan mereka menjadi bagian penting dari keberhasilan acara ini,” tambah Lusye Tumembouw.
Kegiatan lomba mancing ini diakhiri dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang yang berhasil memperoleh hasil tangkapan terbaik. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antarumat, membangun solidaritas sosial, serta menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian Danau Tondano sebagai sumber kehidupan masyarakat Minahasa.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, panitia berharap semangat kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, dan komitmen untuk menjaga kebersihan Danau Tondano terus tumbuh di tengah masyarakat. Lomba Mancing Desa Remboken diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang memberikan manfaat sosial, lingkungan, dan spiritual bagi seluruh warga Minahasa.
(TIM/RED)























