DAERAH  

Gubernur Sulut Yulius Selvanus: “Budaya Iri dan Menjatuhkan Hanya Hambat Kemajuan”

SULAWESI UTARA | BIN 08

Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, kembali menegaskan pentingnya membangun etos kerja positif dalam pemerintahan maupun masyarakat.

Dalam sambutannya pada sebuah agenda resmi, ia menyoroti perilaku saling cemburu dan menjatuhkan yang menurutnya tidak akan pernah menghasilkan prestasi.

“Tidak ada prestasi yang lahir dari sikap iri hati dan saling menjatuhkan. Yang ada hanyalah kerjasama, kekompakan, dan komitmen bersama untuk kemajuan bangsa dan daerah,” ucap Gubernur Yulius yang disambut antusias para hadirin.

Pesan moral tersebut muncul seiring tantangan birokrasi yang kian dinamis, di mana persaingan individu seringkali menimbulkan gesekan. Gubernur menilai, apabila dibiarkan, sikap negatif itu hanya akan merusak semangat kolektif dan memperlambat pembangunan.

Ia menekankan bahwa aparatur sipil negara (ASN) harus mengutamakan profesionalitas, loyalitas, serta dedikasi dalam bekerja. ASN juga diingatkan sebagai garda terdepan dalam mengimplementasikan program pemerintah, sehingga setiap langkah mesti berorientasi pada kepentingan rakyat.

Pesan ini sejalan dengan prinsip yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, yang menekankan integritas, netralitas, dan semangat nasionalisme sebagai pilar utama dalam birokrasi.

Selain untuk jajaran pemerintahan, Gubernur Yulius juga mengajak seluruh masyarakat Sulut menumbuhkan budaya saling menghargai.

“Kita tinggalkan iri hati dan ego sektoral. Saatnya membangun Sulawesi Utara dengan persatuan dan kerja keras demi kejayaan di kancah nasional maupun global,” tegasnya penuh optimisme.

Harapannya, pesan moral tersebut bukan sekadar retorika, melainkan menjadi panduan sikap dan etika bersama demi terciptanya prestasi yang dapat dibanggakan seluruh rakyat Sulawesi Utara.

(DDM)

Exit mobile version