banner 728x250

Ratusan Mahasiswa UKIT Diduga Keracunan Massal, RS Bethesda Tomohon Kewalahan Tangani Pasien

DOSAN
banner 120x600
banner 468x60

TOMOHON | BIN 08

Suasana darurat terjadi di Rumah Sakit Umum (RSU) GMIM Bethesda Tomohon pada Kamis (11/9) malam. Ratusan mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) dilarikan ke instalasi gawat darurat (IGD) akibat dugaan keracunan makanan massal.

Sejak sore hingga larut malam, antrean korban terus berdatangan. Bus kampus UKIT tampak hilir-mudik mengangkut mahasiswa dari asrama ke rumah sakit. Sebagian besar pasien mengeluhkan mual hebat, muntah berulang, lemas, bahkan ada yang sempat kehilangan kesadaran. Kondisi ini membuat tenaga medis bekerja ekstra untuk memberikan pertolongan. IGD pun penuh sesak hingga sejumlah pasien harus menunggu giliran di ruang tunggu dan lorong rumah sakit.

banner 325x300

Seorang mahasiswa mengisahkan, gejala awal berupa mual muncul sejak Rabu (10/9) malam, tidak lama setelah makan malam di asrama. Menu yang disantap kala itu sederhana, yaitu nasi dengan lauk tahu dan tempe goreng yang diberi saus kecap. “Setelah makan, sekitar satu jam kemudian saya mulai merasa pusing dan mual,” ujar salah satu mahasiswa yang dirawat di IGD.

Lonjakan jumlah pasien membuat petugas medis kewalahan. Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebagian besar korban berasal dari Fakultas Teologi UKIT, namun mahasiswa dari fakultas lain juga dilaporkan mengalami gejala serupa. Hingga berita ini diturunkan, jumlah pasti korban masih didata, tetapi diperkirakan mencapai ratusan orang.

Tak hanya pihak rumah sakit, aparat kepolisian pun ikut turun tangan. Personel Reserse Kriminal Polsek Tomohon Tengah bersama anggota Polres Tomohon terlihat di lokasi. Mereka melakukan pemantauan sekaligus pengumpulan data awal untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut. Dugaan sementara mengarah pada keracunan makanan asrama, namun investigasi resmi masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Kejadian ini menimbulkan kepanikan di kalangan mahasiswa maupun orang tua. Sejumlah keluarga dilaporkan mendatangi rumah sakit untuk memastikan kondisi anak mereka. Sementara pihak universitas disebut telah berkoordinasi dengan rumah sakit dan kepolisian guna penanganan cepat serta tindak lanjut investigasi.

(TIM/RED)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *