banner 728x250

Wakil Bupati Minahasa Mengunjungi Korban Banjir di Kecamatan Kakas

DOSAN
banner 120x600
banner 468x60

Minahasa|barol08indonesia

Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, melakukan kunjungan untuk melihat secara langsung kondisi ratusan rumah yang terdampak banjir di Kecamatan Kakas di saat cuti bersama Hari Raya Waisak hari ke 2, Selasa 13 Mei 2025.

banner 325x300

Dari pantauan Tim Liputan sekitar kurang lebih 300 rumah di tiga desa terendam banjir dengan ketinggian selutut, Desa yang terdampak banjir yaitu desa Tounelet, desa Paslaten dan desa Kaweng.

“ Sekitar kurang lebih 300 rumah yang terendam banjir dari 3 desa yang saya kunjungi. Menurut keterangan warga musibah sudah sekitar tiga minggu dikarenakan meningkatnya debit air Danau Tondano karena curah hujan yang tinggi ,” ujar Wabup Vanda.

Melihat keadaan warganya yang terdampak banjir, Wabup Vanda akan segera mengambil tindakan melalui Dinas Kesehatan bersama Pemerintah Kabupaten untuk menurunkan bantuan obat-obatan dan bahan makanan.

“ Untuk obat-obatan sudah dikoordinasikan oleh Dinas Kesehatan kepada Puskemas untuk turun langsung hari ini. Namun jika logistik Puskesmas dirasa kurang, maka Dinas Kesehatan Minahasa akan turun tangan langsung hari ini juga ke lokasi ,” tegas Vanda.

Vanda mengimbau warga agar bisa menjaga kebersihan lingkungan, dengan tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air. Karena dari hasil pantauan terlihat banyak tumpukan sampah plastik yang menyumbat saluran air menuju danau, sehingga air meluap ke rumah warga.

” Permasalahan sampah ini sudah saya tekankan penanganannya ke Pemerintah Desa, mulai dari hari operasional pengangkutan mobil sampah dan iuran mingguan atau bulanan yang meringankan masyarakat. Untuk langkah penanganan sampah jangka pendek yang lebih efektif akan segera kami sikapi ,” pungkas Wabup Vanda

Terkait usulan warga agar pintu air di Tanggari dibuka lebih lebar, VaSung menjelaskan bahwa Pemkab Minahasa sudah melakukan koordinasi. Saat ini pintu air telah dibuka sebesar 35 cm. Namun pembukaan lebih lanjut tidak memungkinkan karena berisiko menimbulkan banjir di wilayah Manado dan mengganggu turbin PLTA yang dapat menyebabkan pemadaman listrik bergilir.

Vanda juga mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utama banjir adalah pendangkalan Danau Tondano, yang kini kedalamannya tinggal sekitar 16 meter dari sebelumnya sekitar 60 meter. Untuk penanganan masalah ini Pemerintah Kabupaten akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulut.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *