Manado | BIN 08
Pemprov Sulut memberi perhatian bagi guru dan tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di daerah 3T ( Tertinggal, Terdepan, dan Terluar ). Bentuk perhatian ini akan direalisasikan dalam tambahan insentif.
“Kami sudah menganggarkannya tidak hanya untuk pendidikan saja, tapi juga termasuk untuk tenaga kesehatan,” ungkap Gubernur Sulut Yulius Selvanus SE kepada sejumlah wartawan di Kantor Gubernur Sulut ( Senin/25 Mei 2025 )
Usai pembukaan kegiatan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah atau MKKS,
Gubernur Sulut mengatakan bahwa pemberian tambahan insentif bagi guru dan nakes yang berada di daerah 3T ini disebabkan karena dampak dari kondisi harga yang agak mahal dan juga banyak keterbatasan akses maupun fasilitas yang menunjang aktivitas keseharian.
“Ke depan kita akan tingkatkan kepedulian untuk guru dan tenaga kesehatan, Pemprov Sulut akan memberikan perhatian berupa tambahan insentif untuk mereka,” tutur YSK.
Ditanya terkait alokasi anggaran untuk tambahan insentif itu, dia mengatakan, pihaknya sementara masih akan menghitung kembali anggaran yang diatur dalam APBD Perubahan.
“Kami hitung lagi, dan akan diatur dalam (APBD) Perubahan,” ujar Yulius Selvanus.
Rencana pemberian tambahan insentif ini disambut dengan antusias oleh kalangan guru, terutama mereka yang bertugas di daerah kepulauan. Selama ini mereka terkendala akses transportasi yang cukup mahal.
“Ini tentu kabar gembira bagi kami guru-guru yang ada di daerah kepulauan,” tutur salah satu kepala sekolah dari daerah kepulauan di Sulut.
Diketahui, kegiatan MKKS itu dirangkaikan dengan Penandatanganan Komitmen Bersama Penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026.
(Red)


















