banner 728x250

Menagih Janji “Satu Desa Satu Wirausaha” di Tengah Ribuan Sarjana Jombang yang Menunggu Antrean

Mengapa Lulusan Sarjana Sulit Terserap Pasar Kerja Lokal

banner 120x600
banner 468x60

JOMBANG, BIN08 – ​Di atas kertas, visi Asta Cita melalui program “One Village One Entrepreneur” terdengar seperti oase. Bayangkan, jika setiap desa di Jombang mampu melahirkan satu unit usaha mandiri, maka ribuan sarjana yang hari ini menganggur tidak perlu berebut kursi buruh pabrik atau mengantre pelatihan jahit sepatu. Mereka adalah motor penggerak ekonomi desa yang sesungguhnya.

​Namun, data terbaru dari Disnaker Jombang justru bicara lain. Ada 1.165 sarjana yang terkatung-katung. Alih-alih menjadi entrepreneur di desa masing-masing, banyak dari mereka justru dipaksa “menurunkan standar” demi sekadar bisa makan.

banner 325x300

Kita harus jujur bertanya: Sudah sejauh mana program “Satu Desa Satu Wirausaha” ini menyentuh lapisan sarjana? Mengarahkan lulusan perguruan tinggi untuk menjadi tenaga teknis jahit memang solusi cepat menekan angka statistik, tapi itu adalah pemborosan intelektual. Sarjana dididik untuk menganalisis dan membangun sistem, bukan sekadar menjadi operator mesin.

​Jika program Asta Cita ini benar-benar berjalan, para sarjana manajemen, pertanian, hingga filsafat sekalipun, seharusnya difasilitasi menjadi CEO di level desa, mengelola BUMDes, membangun startup agrikultur, atau menggerakkan UMKM digital.

Pemerintah Kabupaten Jombang jangan hanya bangga karena sarjananya “mau beradaptasi” jadi buruh jahit. Itu justru tamparan bagi ekosistem ekonomi daerah. Tantangannya bukan lagi soal link and match dengan pabrik sepatu, tapi bagaimana APBD dan program pusat mampu menciptakan ekosistem wirausaha yang membuat sarjana betah membangun desa.

​Jangan sampai jargon “Satu Desa Satu Wirausaha” hanya berakhir jadi spanduk di balai desa, sementara kaum intelektualnya tetap mengantre loker buruh karena tak punya modal dan pendampingan untuk mandiri. (brown)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *