banner 728x250
DAERAH  

Abah Warsubi–Gus Salman “Turun Lapangan”, Jalan Plandaan–Kabuh Tak Boleh Sekadar Tuntas di Atas Kertas

BROWN
banner 120x600
banner 468x60

JOMBANG | BIN 08 

Pemerintah Kabupaten Jombang menegaskan satu pesan penting di awal 2026: pembangunan tidak boleh berhenti di laporan proyek. Bupati Jombang Warsubi bersama Wakil Bupati Salmanudin turun langsung ke lapangan meninjau hasil pembangunan jalan di Kecamatan Plandaan dan Kabuh, Selasa (6/1/2026).

Langkah ini sekaligus menjadi sinyal keras bahwa proyek infrastruktur tahun anggaran 2025 harus benar-benar berkualitas, bukan sekadar “selesai administrasi” namun bermasalah di lapangan.

banner 325x300

Didampingi OPD teknis, Abah Warsubi menyisir empat ruas jalan strategis:

  • Ploso – Munung
  • Mojogulung – Bangsri
  • Bangsri – Darurejo
  • Bawangan – Tanjungwadung

Empat ruas ini menjadi jalur vital ekonomi desa, pendidikan, dan distribusi hasil pertanian. Kualitas jalan di jalur tersebut menentukan cepat atau lambatnya roda ekonomi rakyat bergerak.

“Kalau jalan rusak, rakyat yang menanggung biaya. Logistik mahal, anak sekolah terlambat, risiko kecelakaan tinggi. Karena itu kualitas pembangunan tidak boleh ditawar,” tegas Abah Warsubi.

Sorotan tajam muncul dari warga Desa Tanjungwadung. Mereka menyebut kondisi jalan lama sebagai jembrot—rusak, berlubang, dan becek—yang bertahun-tahun menghambat akses hasil tani ke pasar. Perbaikan yang baru rampung ini dinilai sebagai titik balik, namun warga berharap daya tahan jalan benar-benar dijaga, bukan kembali rusak dalam hitungan bulan.

Di Desa Bangsri, dampak pembangunan langsung menyentuh sektor pendidikan. Para wali murid SMPN 2 Plandaan dan SD setempat mengaku selama ini anak-anak harus melewati jalan rusak yang membahayakan. Kini akses membaik, tetapi warga menegaskan pentingnya pemeliharaan berkelanjutan, bukan proyek musiman.

Peninjauan ini juga menjadi pesan internal bagi OPD dan rekanan proyek: anggaran publik harus berbanding lurus dengan kualitas hasil. Jalan mulus di awal bukan jaminan jika pengawasan longgar dan spesifikasi dikompromikan.

Pemkab Jombang menegaskan pembangunan jalan bukan sekadar urusan aspal, tetapi menyangkut:
keselamatan warga,
efisiensi biaya ekonomi rakyat,
serta keadilan pembangunan antar wilayah.

Dengan turun langsung ke lapangan, Abah Warsubi–Gus Salman menutup ruang bagi proyek asal jadi. Publik kini menunggu satu hal krusial: konsistensi pengawasan, agar jalan Plandaan–Kabuh tidak hanya mulus hari ini, tetapi tetap layak bertahun-tahun ke depan.

(Brown)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *