JOMBANG | BIN 08
Aksi konvoi puluhan remaja di Mojoagung, Jombang, berakhir ricuh dan berbuntut panjang. Aparat Polsek Mojoagung menciduk 22 pelajar di bawah umur pada Sabtu (20/9) dini hari setelah menerima laporan warga terkait keributan yang ditimbulkan.
Kapolsek Mojoagung, Kompol Yogas, menjelaskan bahwa belasan sepeda motor juga turut diamankan.
“Sebanyak 22 remaja berhasil kami amankan, seluruhnya pelajar. Ada 12 motor yang ikut kami sita,” kata Yogas.
Konvoi dimulai sejak Jumat malam. Rombongan remaja melaju dari arah Peterongan ke timur melewati Ringroad Mojoagung. Saat berada di Dukuhdimoro, mereka berpapasan dengan dua remaja yang berboncengan motor Honda BeAT. Diduga hendak diserang, keduanya melarikan diri dan meninggalkan kendaraan. Sayangnya, motor tersebut justru dirusak massa.
Warga yang melihat peristiwa itu segera melapor ke kepolisian. Petugas langsung bergerak dan melakukan penyisiran hingga akhirnya menemukan kelompok konvoi masih berada di sekitar lokasi. Meski sempat panik dan mencoba melarikan diri, seluruh remaja berhasil ditangkap.
Hasil identifikasi menunjukkan para pelajar berasal dari berbagai daerah, antara lain Wonosalam, Bandarkedungmulyo, Mojoagung, Mojowarno, Jombang Kota, hingga Nganjuk. Polisi menegaskan bahwa mereka tidak memiliki hubungan dengan geng motor atau gangster.
“Dari ponsel mereka tidak ada bukti keterkaitan dengan geng. Ada empat anak ikut perguruan silat, tapi tanpa atribut. Jadi murni hanya konvoi pelajar,” tegas Yogas.
Setelah dilakukan pemeriksaan, para remaja dipulangkan dengan syarat dijemput orang tua maupun guru sekolah. Mereka juga diwajibkan menandatangani surat pernyataan.
“Banyak yang menangis saat bertemu orang tuanya,” ujar Yogas.
Sementara itu, 12 motor yang disita dikenakan tilang dan baru dapat diambil setelah tiga minggu, dengan catatan kelengkapan teknis kendaraan dipenuhi.
(TIM/RED)


















