TRENGGALEK – JAWA TIMUR | BIN 08
Desa Wisata Duren Sari kembali menarik perhatian publik dengan keunikan yang dimilikinya. Berlokasi di kawasan hutan durian terbesar se-Asia Tenggara, desa ini tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga simbol keberhasilan pengelolaan pariwisata berbasis komunitas.
Keberadaan Duren Sari menawarkan pengalaman yang berbeda bagi wisatawan. Para pengunjung tidak sekadar menikmati panorama alam yang asri dan udara segar pedesaan, tetapi juga bisa merasakan langsung interaksi dengan warga lokal yang ramah dan terbuka. Berbagai kegiatan, mulai dari tur kebun durian, belajar kerajinan tangan, hingga mengikuti tradisi budaya desa, menjadikan setiap kunjungan penuh makna.
Salah satu keunggulan Duren Sari adalah keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap aspek pengelolaan wisata. Menariknya, mantan tenaga kerja migran yang pernah bekerja di luar negeri turut mengambil peran penting sebagai pemandu multilingual. Kehadiran mereka bukan hanya membantu wisatawan mancanegara berkomunikasi, tetapi juga memperkaya pengalaman wisata dengan cerita dan wawasan lintas budaya.
Model pengelolaan ini membuktikan bahwa pariwisata tidak hanya sekadar menghadirkan hiburan, melainkan juga mampu menggerakkan roda ekonomi kerakyatan. Masyarakat desa mendapat manfaat langsung, mulai dari peluang usaha homestay, kuliner lokal, hingga produk kerajinan yang bisa dipasarkan kepada pengunjung.
Dengan konsep yang terintegrasi antara alam, budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, Desa Wisata Duren Sari kini menjadi salah satu contoh sukses pengembangan desa wisata di Indonesia. Bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana pedesaan yang autentik dan penuh pengalaman, Duren Sari layak menjadi pilihan utama.
(TIM/RED)


















