JOMBANG, BIN08 – Di rimba media online, ada jurang maut bernama “jalan pintas”. Dan di situlah, drama ini bermula. LintasDaerah.id kini menabuh genderang perang, tak main-main, melawan DelikKasus86.com. Musababnya? Sebuah “copy-paste” barbar yang bikin telinga panas, hati mendidih. Oknum wartawan berinisial HTS dari Jombang disebut-sebut jadi dalang di balik “pembajakan” ini.
Ini bukan cuma “mirip-mirip”, Bro/Sis. Ini ibarat menjiplak PR temen sebangku plek ketiplek, terus ngaku hasil keringat sendiri. Judulnya sama, isinya njiplek, strukturnya niru, bahkan foto candid sang narasumber pun ikut dicomot tanpa permisi. Aje gile!
Kisah ini bergulir dari “papan pengumuman” LintasDaerah.id tanggal 22 Februari 2026, dengan tajuk yang bikin penasaran: “Kursi Kadis Perkim Jombang Terlalu Sepi Jadi Rebutan, Sekda: Pendaftaran Diperpanjang”. Eh, dua hari kemudian, DelikKasus86.com tiba-tiba nongol dengan berita yang sama persis, seolah mesin fotokopi lagi error tapi tetap dipaksakan!
Nuryati, sang Pemimpin Redaksi LintasDaerah.id, yang biasa dipanggil Nury, jelas ngamuk. Kata “khilaf” atau “human error” itu sudah basi baginya.
“Ini bukan missed-call atau salah kirim email! Ini judul, isi, foto, semua disikat! Ini namanya plagiarisme utuh. Dalam kamus jurnalis, ini dosa besar, Bro! Ini ngebangun kepercayaan publik, tapi tiba-tiba ada yang ngerusakin pake cara kotor,” cecar Nury, suaranya mengandung bara api yang siap membakar.
Somasi Dilayangkan, Jejak Dihilangkan?
Setelah surat somasi “mendarat”, berita culikan itu memang langsung lenyap dari DelikKasus86.com. Tapi, bagi Nury dan timnya, ini bukan tanda tobat. Ini justru aroma busuk “menghilangkan barang bukti”, bukan niat baik untuk minta maaf.
LintasDaerah.id tak mau berhenti di sini. Mereka siap tempur ke Dewan Pers, membawa bendera Kode Etik Jurnalistik. Tak menutup kemungkinan, jalur hukum pidana dengan embel-embel UU Hak Cipta juga siap digeber. Ancaman penjaranya? Lumayan bikin mules, apalagi dendanya yang bisa bikin kantong jebol!
Tapi, inti permasalahannya bukan cuma soal duit atau bui. Ini soal harga diri dan INTEGRITAS.
Nury juga geleng-geleng melihat respons DelikKasus86.com yang malah ngulik-ngulik urusan dapur internal PT Lintas Daerah Multimedia. “Tolong fokus, ya! Ini bukan soal ijin usaha kami. Ini soal karya kami yang dicuri! Itu substansinya. Jangan ngeles!” ujarnya, menunjukkan bahwa ada upaya “menggiring opini” yang justru blunder.
LintasDaerah.id menegaskan, buat para pegiat pena di Jombang: jangan pernah ngganggap copy-paste itu hal biasa. Kalau kebiasaan buruk ini terus dipelihara, maka kredibilitas media bakal hancur lebur. Publik akan sulit percaya lagi. Jadi, Stop! Stop jadi “tukang fotokopi”! (fir).












