MINAHASA SELATAN | BIN 08
Semangat kemerdekaan bergema kencang di Kecamatan Tatapaan sejak fajar menyingsing. Ratusan warga dari berbagai penjuru desa tumpah ruah di pusat kecamatan, mengikuti jalan sehat massal dan line dance kolosal yang digelar secara megah. Perayaan ini dipimpin langsung oleh Camat Tatapaan, Dr. Ciendy Mongkaren, SH, MH, berkolaborasi erat dengan Panitia HUT RI ke-80 tingkat kecamatan.
Acara yang dimulai pukul 06.00 WITA ini menjadi ajang kebersamaan lintas lapisan masyarakat. Tidak hanya dihadiri unsur pemerintah desa, lembaga pendidikan, dan tenaga kesehatan, tetapi juga dukungan penuh dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD), TNI, Polri, serta perwakilan dari sebelas desa di wilayah Tatapaan. Keterlibatan PASKIBRA Kecamatan Tatapaan dengan disiplin dan ketegasan khas mereka turut menambah kesan khidmat di tengah suasana meriah.
Sebelum pelepasan peserta jalan sehat, Dr. Ciendy Mongkaren menyampaikan pesan yang menggugah hati. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya ajang olahraga, melainkan sebuah simbol persatuan dan sinergi lintas sektor.
“Kita ingin momentum HUT RI ke-80 ini menjadi ajang mempererat silaturahmi, memperkuat semangat kebangsaan, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah kita. Kesehatan jasmani dan rohani adalah pondasi bagi kemajuan,” ujarnya penuh keyakinan. Pada Jumat 15/8/25
Beliau juga menekankan bahwa partisipasi aktif masyarakat adalah bukti bahwa semangat kemerdekaan tidak pernah pudar, melainkan terus diwariskan kepada generasi penerus bangsa.
Kegiatan berjalan lancar berkat pengamanan terpadu dari Polsek Tatapaan dan Koramil setempat. Tim kesehatan dari puskesmas siaga di berbagai titik untuk memastikan peserta tetap bugar. Dukungan logistik, konsumsi, dan kelancaran teknis di lapangan diatur secara rapi oleh BPD dan perangkat desa.
Bagi masyarakat Tatapaan, perayaan tahun ini menjadi momen refleksi nasional sekaligus perayaan kebersamaan.
“Delapan puluh tahun kemerdekaan adalah bukti ketangguhan bangsa. Di Tatapaan, kita ingin menghadirkan kemeriahan yang tidak hanya dirasakan, tapi juga memberi makna bagi persatuan dan pembangunan,” tegas Dr. Mongkaren.
Tak berhenti pada jalan sehat dan line dance, perayaan semakin hangat dengan lomba-lomba tradisional seperti lari karung dan tarik tambang. Tawa dan sorak sorai penonton memecah udara, menghadirkan suasana yang tak hanya meriah, tetapi juga sarat nilai gotong royong dan sportivitas.
Dengan kolaborasi semua pihak, perayaan HUT RI ke-80 di Tatapaan menjadi potret kecil tentang bagaimana persatuan, kesehatan, dan kegembiraan dapat berpadu dalam satu langkah besar menuju masa depan yang lebih gemilang.
(DDM)




















