MINAHASA SELATAN | BIN 08
Sebuah momen bersejarah terukir di SMKN 1 Tatapaan, Selasa (12/8/2025), saat peletakan batu pertama pembangunan revitalisasi gedung sekolah resmi dilakukan. Acara ini menjadi simbol awal dari komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas sarana pendidikan di wilayah Kecamatan Tatapaan.
Peletakan batu pertama dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Hukum Tua Max Lintong, Pdt. Anastasia Mamoto S.Th, Kepala Sekolah Deaisy A. Lengkong, S.Pd, Kepala P2SP Kres Pandey, jajaran dewan guru, serta para siswa yang turut menyaksikan langsung sejarah baru bagi sekolah tercinta.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Deaisy A. Lengkong, S.Pd, mengungkapkan rasa syukur dan harapan besarnya.
“Revitalisasi ini bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tetapi sebuah investasi jangka panjang untuk masa depan pendidikan di Tatapaan. Kami ingin para siswa belajar di lingkungan yang nyaman, aman, dan inspiratif,” ujarnya penuh semangat.
Revitalisasi gedung ini diharapkan mampu menghadirkan ruang belajar yang lebih representatif, laboratorium yang memadai, dan fasilitas pendukung lain yang modern. Dengan demikian, lulusan SMKN 1 Tatapaan dapat semakin siap bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
Hukum Tua Max Lintong dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa pembangunan ini adalah wujud kerja sama yang baik antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat.
“Anak-anak kita adalah aset berharga. Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memberikan yang terbaik bagi mereka,” tegasnya.
Prosesi peletakan batu pertama diawali doa bersama yang dipimpin Pdt. Anastasia Mamoto, S.Th, diikuti pemasangan/ Peletakan batu pertama oleh para tokoh yang hadir.
Suasana haru bercampur bangga terpancar dari wajah siswa, guru, dan warga yang hadir, menandakan besarnya harapan terhadap masa depan pendidikan di Tatapaan.
Dengan dimulainya pembangunan ini, SMKN 1 Tatapaan semakin meneguhkan langkahnya sebagai pusat pembelajaran kejuruan yang siap melahirkan generasi unggul, berkarakter, dan berdaya saing tinggi di Minahasa Selatan.
[DDM]


















