MINAHASA TENGGARA | BIN 08
Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan menyelimuti pelaksanaan Ibadah Pengucapan Syukur tahun 2025 yang digelar di Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Sion Tombatu, Minggu, 27 Juli 2025. Tradisi tahunan yang telah mengakar kuat dalam budaya masyarakat Sulawesi Utara ini, menjadi momen penting bagi umat Kristen untuk menyatakan rasa syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun, khususnya dalam hal hasil panen dan kehidupan keluarga yang diberkati.
Pada kesempatan penuh makna ini, GMIM Sion Tombatu mendapatkan kunjungan istimewa dari Wakil Bupati Minahasa Tenggara, Drs. Fredy Tuda, yang hadir secara langsung untuk mengikuti ibadah syukur bersama jemaat. Ia didampingi oleh Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Prisilia Rondo, yang juga menunjukkan kepeduliannya terhadap nilai-nilai budaya dan religius masyarakat dengan turut serta dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Wabup Fredy Tuda menyampaikan bahwa perayaan Pengucapan Syukur bukan hanya sebagai bentuk tradisi rutin, namun lebih dari itu merupakan wujud kesadaran kolektif masyarakat untuk terus mengingat dan memuliakan Tuhan atas segala karunia yang diterima. Ia menekankan pentingnya nilai-nilai kekeluargaan, persatuan, serta semangat saling membantu di tengah masyarakat yang majemuk.
“Saya sangat mengapresiasi seluruh elemen masyarakat yang tetap menjaga dan melestarikan tradisi Pengucapan Syukur ini. Tradisi ini adalah ciri khas kita yang harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya, sebagai bentuk rasa syukur dan pernyataan iman kepada Tuhan,” ujar Fredy Tuda.
Sementara itu, Prisilia Rondo dalam keterangannya menyatakan bahwa keterlibatannya dalam ibadah Pengucapan Syukur di GMIM Sion Tombatu merupakan bagian dari komitmennya sebagai wakil rakyat untuk senantiasa dekat dengan masyarakat. Ia merasa bangga bisa merayakan momen syukur ini bersama warga dan menyaksikan langsung semangat kebersamaan yang tumbuh dari akar budaya lokal yang kuat.
“Tradisi seperti ini tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana refleksi diri untuk semakin peduli terhadap sesama. Saya berharap, semangat pengucapan syukur ini terus hidup dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Pricillia.
Setelah ibadah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan jamuan kasih bersama yang telah disiapkan oleh warga jemaat dan masyarakat setempat. Berbagai jenis makanan tradisional, hasil panen, serta buah-buahan lokal disajikan sebagai simbol berkat yang diterima dari Tuhan. Suasana keakraban dan gotong royong terasa begitu kental, mencerminkan nilai-nilai sosial yang masih kuat di tengah masyarakat Minahasa Tenggara.
Perayaan Pengucapan Syukur di GMIM Sion Tombatu tahun ini tidak hanya menjadi ajang ibadah semata, tetapi juga menjadi ruang dialog dan pertemuan antara masyarakat dan pemerintah, sekaligus memperkuat hubungan emosional serta kerja sama dalam pembangunan daerah yang lebih berlandaskan nilai spiritual dan budaya lokal.
(TIM/RED)



















