banner 728x250

Pencarian Korban Tenggelam di Danau Tondano Masih Berlanjut, Satu Orang Belum ditemukan

banner 120x600
banner 468x60

MINAHASA | BIN 08

Suasana sedih dan harap menyelimuti warga Minahasa Selatan yang terjadi di sekitar Danau Tondano, setelah peristiwa tenggelamnya perahu ketinting yang membawa tujuh orang penumpang pada Senin, 21 Juli 2025.

Kejadian tragis tersebut terjadi di perairan Danau Tondano tepatnya di wilayah Desa Tasuka, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara.

banner 325x300

Dari tujuh penumpang yang menaiki perahu ketinting tersebut, enam orang berhasil selamat, sementara satu orang atas nama Ricardo Dotulong, pemuda berusia 22 tahun asal Kecamatan Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan, hingga saat ini belum ditemukan.

Peristiwa memilukan ini langsung mendapat perhatian luas dari berbagai pihak. Upaya pencarian terus dilakukan tanpa henti selama tiga hari berturut-turut. Pemerintah Kecamatan Modoinding turut andil besar dalam proses pencarian, berkolaborasi erat dengan Pemerintah Kecamatan Kakas, Pemerintah Desa Tasuka, serta melibatkan masyarakat setempat dan unsur relawan lainnya.

Camat Modoinding, Meyer Tigau, kepada awak media menyampaikan bahwa pihaknya sejak malam kejadian langsung bergerak cepat menuju lokasi danau untuk mendampingi proses pencarian korban.

“Kami tidak tinggal diam. Begitu menerima kabar bahwa ada warga kami menjadi korban tenggelam, saya bersama jajaran langsung bergerak menuju lokasi dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Ini adalah duka bersama, dan kami akan terus membantu sampai korban ditemukan,” ungkap Meyer Tigau.

Lebih lanjut, Meyer Tigau mengapresiasi kolaborasi lintas wilayah yang terjadi di lapangan. Ia menyebutkan bahwa sinergi yang terjalin antara Pemerintah Kecamatan Modoinding, Pemerintah Desa Tasuka, Camat Kakas Rita Maindoka, SH, serta para masyarakat dan tim relawan menunjukkan solidaritas kemanusiaan yang sangat tinggi.

“Kami bersatu, tidak mengenal batas wilayah. Saat ini yang paling penting adalah menemukan Ricardo dan memberikan kepastian bagi keluarganya,” tambah Tigau.

Menurut informasi yang dihimpun, pencarian dilakukan dengan menyisir area danau menggunakan perahu nelayan, bantuan peralatan sonar dari tim SAR, serta penyelaman oleh tim penyelam gabungan. Namun, kendala berupa cuaca dan kondisi air danau yang cukup dalam membuat proses pencarian menghadapi kesulitan tersendiri.

Sementara itu, suasana haru menyelimuti keluarga korban yang masih menanti kabar baik. Doa terus dipanjatkan agar Ricardo Dotulong segera ditemukan dalam keadaan apapun, demi memberikan kejelasan bagi pihak keluarga.

Hingga berita ini diturunkan, pencarian masih terus dilanjutkan oleh tim gabungan dan akan dilakukan secara intensif hingga beberapa hari ke depan.

( Demsy Mewengkang)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *